Bencana itu begitu dahsyat. Pada awalnya, semuanya terasa jauh ketika kami PUK SP KEP SPSI PT NOK INDONESIA hanya melihat laporan di televisi dan potongan video yang tersebar di media sosial. Kami belum mampu membayangkan seberapa besar kerusakan akibat banjir bandang yang melanda tiga provinsi sekaligus. Namun persepsi itu berubah seketika ketika kami membaca laporan BBC berjudul “Foto-foto sebelum dan sesudah banjir melanda Aceh, Sumbar, dan Sumut.” Saat itu, mata kami terbelalak—dan tubuh kami bergetar menyadari betapa besar bencana yang terjadi.
Angka-angka yang ditampilkan sungguh menyayat hati:
604 orang meninggal dunia, 464 masih hilang, 2.600 luka-luka, dan 1,5 juta jiwa terdampak.
Sebanyak 47 kabupaten merasakan dampak langsung dengan ribuan rumah rusak berat, sedang, hingga ringan. Banyak jembatan putus dan akses jalan terputus, meninggalkan wilayah yang diselimuti lumpur dan puing-puing kehancuran.
Salah satu foto paling memilukan berasal dari Tapanuli Tengah: seorang ibu tampak mencuci pakaian di aliran sungai keruh sisa banjir bandang, dengan latar belakang rumahnya yang hampir roboh—setengah bangunannya hilang tersapu arus. Gambar-gambar lain yang memperlihatkan kondisi before-after dari Padang Panjang (Sumatera Barat), Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga (Sumatera Utara), serta wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara, menunjukkan perubahan drastis dari permukiman yang semula hidup menjadi hamparan tanah rusak dan kehancuran.
Pemandangan itu bukan sekadar kerusakan fisik, tetapi simbol duka mendalam dari jutaan warga yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, dan harapan.
Di tengah kesedihan ini, empati harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Donasi menjadi bentuk bantuan paling cepat dan efektif untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan terus bekerja keras melakukan pemulihan, namun tugas sebesar ini tidak dapat dipikul sendiri.
Karena itu, kami PUK SP KEP SPSI PT NOK INDONESIA menggerakkan seluruh anggota untuk berdonasi, sebuah gerakan solidaritas yang diinstruksikan langsung oleh Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK INDONESIA, Bung Edi Supriyanto. Instruksi ini juga sejalan dengan hasil keputusan MUSNIK VIII PUK SP KEP SPSI PT NOK INDONESIA serta Peraturan Organisasi Nomor: 07/MUSNIK VIII/PUK SP KEP SPSI/NIN/IX/2025 tentang Kegiatan Sosial Bab II dan Bab III huruf h, yang menegaskan komitmen organisasi untuk selalu hadir membantu masyarakat saat terjadi bencana kemanusiaan.
Gerakan gotong royong ini menjadi bukti bahwa kekuatan Serikat Pekerja mampu memberikan dampak nyata dan berarti bagi mereka yang sedang mengalami masa-masa paling sulit dalam hidupnya.
Bencana ini harus menjadi peringatan keras: pembalakan liar dan deforestasi harus segera dihentikan. Kerusakan lingkungan bukan hanya merusak alam, tetapi juga mengancam keselamatan manusia.
Indonesia sedang berduka.
Mari ulurkan bantuan, salurkan donasi melalui pihak berwenang, dan tunjukkan bahwa kita tidak meninggalkan mereka sendirian. Solidaritas kita adalah energi yang akan membantu para korban bangkit kembali dari kehancuran.




0 Comments