BEKASI — Memahami sejarah gerakan buruh menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun organisasi serikat pekerja yang kuat dan berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia menugaskan dua orang perwakilan untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sejarah Gerakan Buruh yang diselenggarakan oleh PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi.
Kegiatan pendidikan organisasi tersebut digelar pada Jumat, 4 September 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, bertempat di Waroeng Gecok, Jababeka, Bekasi.
Dua perwakilan PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Bung Lola Wijiyanto dan Bung Anang Hariyanto.
Diklat diikuti oleh 62 perwakilan Serikat Pekerja yang tergabung dalam keluarga besar PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, serta tiga orang perwakilan dari PC FSP KEP SPSI Kota Tangerang.
Menggali Sejarah Perjuangan Gerakan Buruh
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dalam pendidikan organisasi.
Chandra Mahlan, Direktur Diklat PP FSP KEP SPSI, menyampaikan materi mengenai Sejarah Gerakan Buruh Internasional. Sementara Ono Kartono menyampaikan materi mengenai Sejarah Gerakan Serikat Buruh/Pekerja Indonesia.
Materi yang diberikan membawa peserta menelusuri perjalanan panjang gerakan buruh, mulai dari masa Revolusi Industri, perkembangan serikat pekerja di berbagai negara, hingga perjalanan perjuangan serikat buruh di Indonesia.
Pembahasan sejarah serikat pekerja Indonesia mencakup berbagai fase penting, mulai dari masa kolonial, kemerdekaan, Orde Baru, hingga era Reformasi.
Pemahaman tersebut dinilai penting agar kader dan pengurus tidak hanya memahami kondisi gerakan pekerja saat ini, tetapi juga mengetahui proses panjang perjuangan yang telah membentuk gerakan serikat pekerja hingga sekarang.
Tantangan Gerakan Pekerja di Era Perubahan
Tidak hanya membahas perjalanan sejarah, Diklat juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi gerakan pekerja pada masa kini dan masa mendatang.
Sejumlah isu ketenagakerjaan turut menjadi pembahasan, antara lain outsourcing, fleksibilisasi kerja, digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), platformisasi pekerjaan, globalisasi rantai pasok, hingga informalisasi pekerjaan.
Perubahan teknologi dan pola hubungan kerja tersebut menjadi tantangan baru bagi organisasi serikat pekerja. Karena itu, kader dituntut memiliki wawasan yang lebih luas dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia ketenagakerjaan.
Pendidikan Organisasi untuk Memperkuat Kader
Keikutsertaan Bung Lola Wijiyanto dan Bung Anang Hariyanto dalam Diklat Sejarah Gerakan Buruh merupakan bagian dari komitmen PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas kader dan pengurus melalui pendidikan organisasi.
Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi dapat menjadi bekal untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman anggota.
Dengan memahami sejarah, kader diharapkan mampu melihat perjalanan gerakan buruh secara lebih utuh sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai dinamika perjuangan yang telah dilalui.
Pada akhirnya, pendidikan organisasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun serikat pekerja yang solid, adaptif, berwawasan, dan mampu menghadapi perubahan dunia ketenagakerjaan.
Belajar dari Sejarah, Menyiapkan Masa Depan
Melalui kegiatan ini, PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia menegaskan bahwa pendidikan organisasi bukan sekadar agenda formal, melainkan investasi untuk mempersiapkan kader dalam menghadapi tantangan perjuangan pekerja di masa depan.
Sejarah memberikan pelajaran mengenai bagaimana perjuangan dibangun. Sementara perubahan zaman menuntut organisasi untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat kapasitas kadernya.
“Belajar dari sejarah perjuangan buruh, memperkuat organisasi hari ini, dan mempersiapkan perjuangan pekerja di masa depan.” PUK SP KEP SPSI PT NOK INDONESIA.
-Abd




0 Comments