SANTUNAN BULANAN ANAK YATIM-PIATU EKS PEKERJA

 mediasispnin.org , 16 Juni 2026 – Di balik setiap santunan yang disalurkan, tersimpan kisah perjuangan, kehilangan, dan cinta kasih yang terus hidup. PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia kembali menunjukkan bahwa solidaritas bukan sekadar slogan organisasi, melainkan nilai yang diwujudkan dalam tindakan nyata melalui Program Dana Sosial Yatim Piatu Eks Pekerja.

Program yang berada di bawah Bidang Sosial Ekonomi ini secara rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim piatu dari mantan anggota PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia sekaligus mantan pekerja PT NOK Indonesia yang telah meninggal dunia.

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa program mulia ini lahir dari salah satu masa paling berat yang pernah dialami dunia kerja, yaitu saat pandemi COVID-19 melanda. Pada masa itu, gelombang duka datang silih berganti. Virus yang tak terlihat tersebut merenggut banyak nyawa, termasuk sejumlah anggota PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan bersama.

Di tengah suasana penuh ketidakpastian dan kesedihan, muncul sebuah pertanyaan yang menggugah nurani para pengurus dan anggota serikat pekerja:

"Bagaimana nasib anak-anak yang ditinggalkan?"

Pertanyaan sederhana itu kemudian menjadi awal lahirnya gerakan kepedulian yang hingga hari ini terus berjalan. Kesedihan yang dirasakan bersama diubah menjadi kekuatan untuk saling menopang. Dari semangat gotong royong para anggota, lahirlah Program Dana Sosial Yatim Piatu Eks Pekerja sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada keluarga rekan-rekan seperjuangan yang telah lebih dahulu berpulang.

Dana sosial tersebut dihimpun dari kepedulian dan kebersamaan anggota PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa santunan uang tunai, tetapi juga dukungan untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan, serta bantuan sembako dan susu guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.

Program yang berada di bawah naungan Wakil Ketua III Bidang Sosial Ekonomi, Bung Lola Wijiyanto, menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan dalam organisasi tidak berakhir ketika seorang anggota wafat. Keluarga yang ditinggalkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia.

Setiap bulannya, bantuan tersebut didistribusikan secara rutin melalui pengelola Dana Sosial Yatim Piatu Eks Pekerja, Agus Satrianto, dengan melibatkan para PIC dalam proses penyaluran dan pendokumentasian sebagai bentuk transparansi serta akuntabilitas program.

Lebih dari sekadar bantuan materi, program ini membawa pesan yang sangat kuat: bahwa mereka yang telah pergi tidak pernah benar-benar dilupakan. Nama-nama mereka mungkin tidak lagi terdengar dalam rapat organisasi atau terlihat di area kerja, tetapi jejak perjuangan mereka tetap hidup dalam kepedulian yang terus mengalir kepada anak-anak yang mereka tinggalkan.

Setiap paket sembako yang diserahkan, setiap bantuan pendidikan yang diberikan, dan setiap santunan yang diterima keluarga penerima manfaat adalah wujud nyata bahwa solidaritas masih menyala. Sebuah pengingat bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya berbicara tentang upah, bonus, atau perjanjian kerja, tetapi juga tentang kemanusiaan.

Keberlangsungan program ini menunjukkan bahwa PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan anggota selama mereka aktif bekerja, tetapi juga menjaga amanah persaudaraan bahkan setelah mereka tiada.

Program Dana Sosial Yatim Piatu Eks Pekerja menjadi bukti bahwa bagi PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia, persaudaraan tidak pernah berakhir di liang kubur. Ketika seorang anggota menutup lembar perjuangannya di dunia, keluarga yang ditinggalkan tidak dibiarkan berjalan sendiri.

Sebab di organisasi ini, solidaritas bukan hanya hadir saat senang, bukan pula hanya terdengar dalam pidato dan slogan. Solidaritas hadir dalam bentuk tangan-tangan yang saling menggenggam ketika duka datang, hadir dalam kepedulian yang terus diberikan dari bulan ke bulan, dan hidup dalam keyakinan bahwa tidak ada keluarga pejuang yang boleh merasa ditinggalkan.

Karena sejatinya, perjuangan boleh berakhir, tetapi persaudaraan akan tetap hidup selamanya.

- Abd.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments

Dark Mode