BEKASI, mediasispnin.org – Setelah melalui proses negosiasi yang panjang dan alot, Ketua PUK, Bung Edi Supriyanto, resmi mengumumkan hasil perundingan peninjauan dan penyesuaian upah tahun 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung di hadapan ratusan anggota yang telah setia mengawal proses perundingan dari titik awal hingga putaran keenam.
Dalam suasana yang dipenuhi rasa haru dan bangga, Bung Edi menegaskan bahwa hasil yang dicapai hari ini merupakan buah dari kesabaran serta soliditas seluruh anggota. Ia mengapresiasi keteguhan para pekerja yang tetap merapatkan barisan meski proses memakan waktu dan energi yang besar.
Perjalanan Terjal dari Tawaran Rendah
Bung Edi mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kesepakatan ini tidaklah mudah. Ia mengingatkan kembali bagaimana perusahaan memberikan tawaran yang sangat minim pada tahap awal perundingan.
“Kita ingat bersama, pada perundingan pertama kita hanya ditawarkan kenaikan seratus ribu rupiah. Dari situ kita belajar bahwa tanpa perjuangan dan tekanan yang kuat, tidak akan ada perubahan yang berarti bagi nasib pekerja,” tegas Bung Edi di hadapan massa aksi yang menyambut pernyataannya dengan sorak setuju.
Menurutnya, angka yang akhirnya disepakati saat ini merupakan hasil pertimbangan yang sangat matang. PUK tidak hanya melihat dari sisi kebutuhan ekonomi pekerja, tetapi juga secara bertanggung jawab mempertimbangkan aspek keberlanjutan perusahaan di masa depan.
Solidaritas Bakor dan Anggota menjadi kunci keberhasilan ini, lanjut Edi, tidak lepas dari peran jajaran Badan Koordinator (Bakor) dan seluruh anggota yang konsisten bertahan dalam barisan. Ia menyebut militansi dan kedewasaan anggota dalam berorganisasi menjadi modal utama daya tawar PUK di meja perundingan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa kesejahteraan hanya bisa dicapai melalui persatuan. Saya bangga melihat kawan-kawan semua tetap kompak dan tidak terpecah belah meski kondisi fisik mungkin sudah lelah,” tambahnya.
Tantangan Masa Depan
Meski menyambut baik hasil tahun ini, Bung Edi mengingatkan agar seluruh anggota tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa tantangan ketenagakerjaan di tahun-tahun mendatang diprediksi akan semakin berat.
Hasil perundingan 2026 ini diharapkan menjadi pijakan moral bagi organisasi untuk terus meningkatkan daya tawar. Sesuai dengan prinsip transparansi organisasi, rincian teknis mengenai hasil penyesuaian upah tersebut selanjutnya dipaparkan secara mendalam oleh Sekretaris PUK, Bung Hermawan.
“Peristiwa hari ini adalah pelajaran berharga. Ke depan, perjuangan kita akan semakin menantang. Kekompakan ini harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan, demi kesejahteraan yang lebih adil,” tutup Bung Edi mengakhiri arahannya.





0 Comments