Hari Ibu dan Perjuangan Nyata Perempuan Pekerja

 


Hari Ibu bukan sekadar tanggal di kalender. Bagi ibu-ibu pekerja, Hari Ibu adalah pengingat tentang perjuangan yang nyaris tak pernah terlihat—namun selalu terasa dampaknya. Di balik seragam kerja, helm, atau sepatu keselamatan, ada hati seorang ibu yang tetap utuh, penuh cinta, dan tak pernah lelah berkorban.

Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar terbit, para ibu pekerja telah memulai harinya. Menyiapkan kebutuhan keluarga, memastikan anak-anak berangkat dengan bekal terbaik, lalu melangkah ke tempat kerja dengan satu niat: bertahan dan berjuang. Di pabrik, mereka berdiri sejajar dengan tuntutan target, disiplin, dan tanggung jawab, tanpa pernah meninggalkan peran mulianya sebagai ibu.



Inilah wajah nyata ibu-ibu pekerja di PT NOK Indonesia. Mereka bukan hanya bagian dari roda produksi, tetapi juga fondasi kehidupan keluarga dan masa depan generasi berikutnya.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Komite Pekerja Perempuan PUK SP KEP SPSI PT NOK INDONESIA hadir sebagai ruang perjuangan dan pengakuan. Sebuah wadah yang memastikan bahwa suara ibu-ibu pekerja tidak lagi teredam, bahwa kelelahan mereka tidak dianggap biasa, dan bahwa peran ganda yang mereka jalani mendapat penghormatan yang layak.

Di bawah kepemimpinan Retno Dewi selaku Ketua Komite Pekerja Perempuan, komite ini menjadi simbol keberanian dan solidaritas. Ia tidak hanya mewakili jabatan, tetapi juga harapan—bahwa perempuan pekerja, khususnya para ibu, memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman, adil, dan manusiawi.

Dalam penyampaiannya, Bung Anggi Nugraha, selaku Pembina Komite Pekerja Perempuan, menegaskan komitmen organisasi:

“PUK SP KEP SPSI PT NOK INDONESIA selalu berkomitmen untuk terus memperjuangkan lingkungan yang ramah bagi perempuan, mendukung hak-hak pekerja perempuan, serta memastikan bahwa peran seorang ibu tetap dihargai dan difasilitasi dengan baik oleh perusahaan.”

Pernyataan ini bukan sekadar kata-kata. Ia adalah sikap. Ia adalah janji perjuangan yang terus menyala—bahwa ibu-ibu pekerja tidak boleh dipaksa memilih antara keluarga dan pekerjaan, karena keduanya adalah hak yang sama-sama harus dijaga.

Hari ini, kita tidak hanya mengucapkan Selamat Hari Ibu. Kita menyampaikan penghormatan. Kepada tangan-tangan yang lelah namun tetap bekerja. Kepada hati yang kuat meski sering diuji. Kepada para ibu pekerja yang setiap harinya membuktikan bahwa cinta, keteguhan, dan perjuangan bisa berjalan beriringan.

Karena bagi ibu pekerja, bekerja bukan sekadar mencari nafkah.

Ia adalah bentuk cinta.

Ia adalah pengorbanan.

Dan ia adalah perjuangan yang layak diperjuangkan bersama. 🌹


-Abd.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments

Dark Mode